Pulang Pisau Expos55.com Kapolres Pulang Pisau AKBP Kurniawan Hartono SIK melalui Kapolsek Kahayan Tengah Iptu Nurheriyanto SH MSi mengatakan, pada Senin (22/11) pukul 13.30 WIB, di Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya-Kuala Kurun, Desa Penda Barania, dilakukan penyekatan arus lalu lintas dan monitoring debit air.

Kegiatan dilaksanakan oleh personel BKO Polres Pulang Pisau, Polsek Kahayan Tengah, Koramil 1011-16/Kahayan Tengah,  Dishub Kabupaten Pulpis, Sat Pol PP Pulpis dan Tagana Pulpis.

“Kegiatan kita hari ini melakukan penyekatan 2 jalur arus lalin dari arah Palangka Raya-Kuala Kurun dan sebaliknya dan monitoring ketinggian debit air yang berada di wilayah Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulpis,” ujar Kapolsek.

Dalam melakukan penyekatan arus lalin, jelas Kapolsek, telah memberikan imbauan agar pengendara roda 4 yang ingin melintas lokasi banjir dapat mencari jalan alternatif lain, karena kondisi jalan yang tergenang dan tidak memungkinkan dilintasi.

Adapun hasil monitoring di lapangan, papar Kapolsek, ketinggian air yang berada di 3 desa rawan banjir wilayah Kecamatan Kahayan Tengah, di Penda Barania, Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya-Kuala Kurun, ketinggian pada pagi hari lebih kurang 44 cm, siang hari turun menjadi 37 cm.

“Pada titik terdalam, banjir yang tergenang lebih kurang 86 cm. Panjang jalan poros yang tergenang lebih kurang 3,5 Km. Untuk ranmor roda 2 dan roda 4 tidak bisa melewati lokasi banjir,” kata Kapolsek.

Di lokasi banjir juga terdapat jasa angkutan motor berupa feri kelotok penyeberangan dengan tarif Rp50.000 motor + pengendara, dan Rp25.000 per orang.

Sementara, jumlah rumah tergenang sebanyak 10 rumah, 41 KK terdampak, dengan 142 Jiwa. Korban mengungsi sebanyak 81 jiwa atau 21 KK.

“Semua korban mengungsi di rumah keluarga di Palangka Raya, dan yang bertahan sebanyak 61 jiwa atau 20 KK, dengan membuat panggung di dalam rumah,” beber Kapolsek.

Untuk Desa Tanjung Sangalang, ketinggian air pagi hari lebih 61 cm, siang hari lebih 54 cm (turun 7 cm), jumlah rumah terendam 70 unit, 120 KK dan 412 Jiwa. Fasilitas umum terdampak SDN 1 Tanjung Sangalang, Pustu Tanjung Sangalang, rumah ibadah gereja, masjid, PAUD.  Korban mengungsi sebanyak 280 jiwa atau 70 KK. Dan, yang bertahan 132 jiwa atau 50 KK dengan membuat panggung di dalam rumah.

Desa Balukon Seberang, ketinggian air pagi hari lebih kurang 54 cm, siang hari lebih kurang 47 cm, jumlah rumah terendam 8 unit, 8 KK dengan 30 jiwa. Korban mengungsi sebanyak 20 jiwa atau 5 KK dan yang bertahan 10 jiwa atau 3 KK, membuat panggung di dalam rumah.

Dengan masih tergenangnya Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya-Kuala Kurun, kata Kapolsek, personel Pos Pam Banjir masih melakukan mekanisme tutup jalur dari segala arah, mencegah terjadinya pengendara mogok di tengah banjir dan disarankan mengunakan jalan alternatif lain serta menggunakan jasa feri untuk memindah barang.

Perkembangan terbaru, penyekatan di dua jalur Jalan Trans Kalimantan, Palangka Raya-Kuala Kurun sudah mulai dilakukan buka tutup. Bagi ranmor roda 6 jenis truk sudah diperbolehkan melintas, namun bagi roda 4 jenis minibus masih belum diperboleh melintas.

“Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau telah menyediakan Posko Pengungsian Bencana Banjir yang bertempat di Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya-Kuala Kurun, Desa Tanjung Sangalang. Namun sampai saat ini masih belum ada warga yang mengungsi di posko tersebut,” beber Kapolsek.
(Tabengan/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here