Puruk Cahu Expos55.com  Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pada Januari 2022 ini menargetkan 13 ribu anak yang masih duduk di sekolah dasar, mendapatkan vaksin tahap pertama jenis Sinovac.

“Target capaian Januari 2022 ini merupakan tindaklanjut dari rapat koordinasi yang sebelumnya dilaksanakan bersama pemprov beberapa waktu lalu,” ungkap Bupati Murung Raya Perdie M. Yoseph di Puruk Cahu, Jumat.

Hal itu ia sampaikan saat memimpin rapat koordinasi secara virtual bersama kepala sekolah se-Murung Raya di Aula Setda Gedung A di Puruk Cahu.

Perdie yang juga Ketua Satgas Mura mengatakan, vaksinasi kepada siswa sekolah dasar dengan usia 6-11 tahun dimulai pada 10 hingga akhir bulan Januari 2022 ini juga.

Kemudian ia mengintruksikan agar OPD terkait dalam melaksanakan vaksinasi dilakukan secara merata di sekolah-sekolah dasar yang tersebar di 10 kecamatan.

Orang tua siswa dan guru diharapkan tidak memberikan pengertian yang keliru terhadap efek vaksin, sehingga target pemberian bisa selesai sampai akhir Januari ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Murung Raya, Ferdinand Wijaya menyampaikan jumlah peserta didik yang ditargetkan akan menerima vaksinasi kurang lebih berjumlah 13 ribu orang.

“Banyak keseluruhan peserta didik di sekolah dasar negeri ataupun swasta kurang lebih berjumlah 13 ribu orang yang siap menerima vaksin dosis pertama,” terangnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Murung Raya, Suwirman Hutagalung mengatakan pemberian vaksin tersebut dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/6688/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6 sampai 11 tahun.

Lanjutnya, untuk stok vaksin sudah tersedia untuk dosis pertama kepada peserta didik dan tentu dapat mencegah penyebaran pada kelompok usia lain, serta mempercepat kekebalan di tubuh mereka masing-masing.

“Vaksin berjenis Sinovac yang tersedia sebanyak 6.878 dosis dengan jumlah vaksinator sebanyak 105 orang petugas medis kesehatan, termasuk dari Kepolisian,” jelas Suwirman.
(ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here