Sampit Expos55.com Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah bersama instansi terkait memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan yang merupakan pintu masuk serta objek wisata di daerah ini untuk mencegah terus meningkatnya penularan COVID-19.

“Kami berterima kasih kepada Polres dan Kodim yang sudah menempatkan personelnya di bandara dan pelabuhan. Petugas berjaga di sana ditingkatkan menjadi Posko yang terdiri dari Polri, TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya,” kata Bupati Halikinnor di Sampit, Selasa.

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat di rumah jabatan bupati membahas penanganan COVID-19 seiring meningkatnya penularan virus mematikan tersebut.

Hadir dalam rapat tersebut Kapolres AKBP Sarpani, Dandim 1015/Spt Letkol Inf Abdul Hamid, Wakil Ketua DPRD Rudianur, Sekretaris Daerah Fajrurrahman, Kepala Dinas Kesehatan Umar Kaderi dan pejabat lainnya.

Halikinnor menjelaskan, rapat ini menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo terkait upaya penanganan gelombang ketiga lonjakan penularan COVID-19 maupun varian lainnya seperti Omicron dan lainnya.

Posko PPKM di setiap desa dan kelurahan diaktifkan. Satgas Penanganan COVID-19 di kabupaten juga sudah kembali diaktifkan menjalankan tugas.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 terus melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang pernah kontak erat dengan penderita COVID-19. Pengawasan juga dilakukan di objek-objek wisata dan tempat hiburan.

“Untuk hari Sabtu dan Minggu di objek wisata Pantai Ujung Pandaran diterapkan aplikasi PeduliLindungi. Ini sebagai bagian upaya kita memantau situasi dan kondisi di lapangan,” jelas Halikinnor.

Upaya lain yang dilakukan adalah terus mengoptimalkan vaksinasi. Sebanyak 21 puskesmas yang ada di Kotawaringin Timur setiap hari bekerja melayani masyarakat yang ingin mengikuti vaksinasi. Pemerintah juga menggencarkan vaksinasi untuk anak-anak di sekolah-sekolah, termasuk anak usia 6-11 tahun.

Optimalisasi vaksinasi juga dilakukan dengan upaya jemput bola vaksinasi untuk lansia dengan “door to door” sekaligus membagikan sembako untuk memotivasi mereka agar mau divaksinasi.

“Kita juga melaksanakan sosialisasi terhadap masyarakat bahwa pandemi ini belum berakhir sehingga harus tetap melaksanakan protokol kesehatan. Bila perlu kita akan melaksanakan Operasi Yustisi karena kita sudah mempunyai dasar hukum yaitu Peraturan Daerah tentang Protokol Kesehatan,” demikian Halikinnor.

Sementara itu berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur pada Selasa siang jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 28 orang. Sebanyak dua orang dirawat di rumah sakit, sedangkan 26 orang lainnya menjalani isolasi mandiri.
(ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here