Kuala Kurun Expos55.com Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah Jaya S Monong bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat, turun langsung ke ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun tepatnya di Desa Tanjung Karitak, Kecamatan Sepang, Selasa.

“Saya bersama Forkopimda, dinas terkait, camat, dan kepala desa di wilayah Kecamatan Sepang dan Mihing Raya, turun langsung ke lapangan untuk melihat persiapan perbaikan penanganan jalan Palangka Raya-Kuala Kurun yang masuk di wilayah Gunung Mas (Gumas),” ucap Jaya S Monong.

Ia menjelaskan, bahwa hal ini merupakan tindak lanjut dari rapat-rapat sebelumnya serta surat bupati kepada perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di Gumas, terkait penanganan kerusakan jalan Palangka Raya-Kuala Kurun di wilayah Gumas.

Dalam surat tersebut, tutur dia, PBS diminta segera merealisasikan penanganan kerusakan jalan Palangka Raya-Kuala Kurun di wilayah Gumas yang dilewati oleh PBS.

Rapat-rapat dan surat dari Bupati Gumas tersebut telah direspon oleh beberapa PBS, di mana sebagian dari PBS bersedia memperbaiki ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun di wilayah kabupaten setempat.

Beberapa PBS sudah sepakat melakukan perbaikan ruas jalan. Yang belum merespon didorong untuk turut berpartisipasi dalam melakukan perbaikan jalan. Jika tidak mau berpartisipasi, maka tidak diperkenankan melintas di ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun wilayah Gumas.

Oleh sebab itu, orang nomor satu di kabupaten bermoto “Habangkalan Penyang Karuhei Tatau” ini bersama forkopimda, camat dan kades langsung melihat persiapan perbaikan jalan, di mana saat ini sejumlah alat berat telah siap di Tanjung Karitak.

“Sesuai jadwal, perbaikan jalan dimulai besok, hari ini persiapan. Kalau besok masih persiapan, mungkin besok lusa baru dimulai. Yang pasti kami langsung ke sini untuk memastikan bahwa mereka memang serius untuk memperbaiki jalan yang rusak ini,” katanya.

Suami dari Mimie Mariatie ini menjelaskan, bahwa perbaikan jalan akan diawasi oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gumas, supaya perbaikan berjalan sesuai standar yang ditentukan dan tidak asal-asalan.

Agar upaya perbaikan jalan berjalan maksimal, Pemerintah Kabupaten Gumas mendirikan sembilan pos terpadu, untuk memantau PBS.

Jika ada truk angkutan PBS yang melintas di ruas Jalan Palangka Raya-Kuala Kurun maka petugas yang ada di pos terpadu akan meminta kepada truk angkutan agar menunda dulu aktivitas mereka.

Jaya menyebutkan, pos terpadu didirikan di sejumlah titik, mulai dari Kecamatan Tewah, Kecamatan Kurun, Kecamatan Mihing Raya, hingga Kecamatan Sepang.

Mengingat upaya perbaikan akan segera dilakukan, maka masyarakat Gumas diimbau untuk tidak terprovokasi oleh oknum-oknum tertentu yang mengajak melakukan blokade jalan Palangka Raya-Kuala Kurun.

“Tuntutan aspirasi sudah ditanggapi. Kami dari pemkab, forkopimda, maupun pemerintah provinsi sudah berupaya dan sudah merespon. Dari PBS juga sudah merespon dan segera melaksanakan perbaikan jalan ini,” paparnya.

Jika ada pihak yang ingin memperkeruh suasana, mengganggu suasana keamanan dan ketertiban masyarakat, maka pihaknya tidak akan memberi toleransi dan bersama pihak keamanan akan menindak tegas.

Selain itu, Kapolres Gumas AKBP Irwansah mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan informasi dan menyiapkan rencana pengamanan terhadap masyarakat yang berencana menyampaikan pendapatnya di Tanjung Karitak, Rabu (5/1) besok.

“Sesuai apa yang telah disampaikan pak bupati, tuntutan masyarakat sudah dilaksanakan oleh pemkab dan PBS yang ada. Kami sarankan, anjurkan, dan imbau kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan aktivitas sehari-hari,” ucapnya.

Masyarakat diminta tidak turun ke jalan mengikuti ajakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak mau menjadi koordinator lapangan. Sebab, dari informasi yang didapat, jika terjadi sesuatu hal maka masyarakat sendiri yang akan bertanggung jawab.

Kepala DPU Gumas Baryen menyampaikan, bahwa alat perbaikan penanganan jalan Palangka Raya – Kuala Kurun di wilayah kabupaten setempat bersumber dari dua kontraktor yang akan bermitra dengan PBS.

Dia menjelaskan, perbaikan penanganan jalan Palangka Raya – Kuala Kurun ini merupakan tahap persiapan seperti pembentukan badan dan lainnya. Jika nanti memasuki tahap pengaspalan, maka akan ada alat-alat pengaspalan yang masuk ke wilayah Gumas.

Rencananya pada Rabu (5/1) akan dilakukan setting out yakni pengukuran bersama dengan mitra-mitra kontraktor untuk memastikan titik-titik penanganan dan memastikan apa yang dilakukan, karena tiap segmen memerlukan penanganan yang berbeda.

“Intinya kami mengikuti standar provinsi, karena ini jalan provinsi dan desainnya juga dari provinsi. Tetapi karena kerusakan beragam, kita harus melakukan penanganan secara spesifik,” demikian Baryen.
(ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here