Muara Teweh Expos55.com Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, Nadalsyah meresmikan jembatan yang melintasi Sungai Barito yang menghubungkan Muara Teweh menuju Kelurahan Jingah dan Jambu Kecamatan Teweh Baru sekaligus pemberian nama Jembatan “Pangulu Iban”.

“Atas nama pribadi dan pemerintah daerah saya mengucapkan terima kasih kepada DPRD Barito Utara yang telah mendukung dalam penganggaran pembangunan jembatan sekaligus pemberian nama jembatan penyeberangan Muara Teweh – Jingah ini,” kata  Nadalsyah di Muara Teweh, Kamis.

Peresmian dan pemberian nama jembatan dihadiri Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, Ketua DPRD Barito Utara Mery Rukaini, Sekda Muhlis, Wakil Ketua DPRD  Kalteng Jimmy Carter serta pejabat, masyarakat dan keluarga Pangulu Iban.

Nadalsyah juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyelesaian pembangunan jembatan ini.

“Besar harapan kita semua, jembatan Muara Teweh – Jingah ini nantinya mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat di daerah ini,” kata dia.

Menurut dia, akses jembatan ini adalah salah satu aspek yang memangkas jarak tempuh dari Muara Teweh – Jingah dan Jambu. Masyarakat Jingah-Jambu akan lebih dekat ke Muara Teweh untuk melakukan kegiatan perekonomian dan lainnya.

Pada kesempatan itu juga Bupati Nadalsyah meminta kepada warga masyarakat di daerah ini agar menjaga dan memelihara jembatan yang telah dibangun ini.

“Jaga dan rawat dengan baik jembatan yang telah dibangun ini, agar tetap bisa fungsional,” katanya.

“Dengan mengharap ridho dari Allah SWT, Jembatan Muara Teweh – Jingah ini saya namakan “Jembatan Pangulu Iban” serta mengucapkan “Bismillahirrahmannirahim” dengan ini saya nyatakan diresmikan,” ujar Nadalsyah.

Jembatan penyeberangan Muara Teweh – Jingah merupakan jembatan type Truss Kelas C untuk pejalan kaki, roda dua, roda empat. Dengan total panjang 472,98 meter terdiri dari bentang utama rangka baja 220 meter dan jembatan penghubung 252,98 meter dan lebar empat meter, ditambah trotoar.

Jembatan kebanggaan masyarakat Kabupaten Barito Utara dengan konstruksi utama bagian atas menggunakan pelengkung/busur (Arch Bridge) dengan panjang jembatan yang membentang di atas Sungai Barito sepanjang 472,98 meter.

Pangulu Iban yang namanya diabadikan sebagai nama jembatan tersebut merupakan seorang tokoh masyarakat dan agama di Barito Utara, lahir di Kampung Manggala Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru pada 1901 silam.

Iban merupakan putra dari pasangan Nafi bin Haji Muhammad Najib dan Tayah putri Haji Ahmad, memiliki seorang istri bernama Mulik (Arfah), pada tahun 1907 sampai 1928 pernah pengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam, Martapura, Kalimantan Selatan.

Selain menimba ilmu di pondok, beliau dengan istilah mengaji duduk dan berguru kepala ulama terkenal Kalimantan Selatan KH Zainal Ilmi Al Banjari.

Pada 1930, Pangulu Iban pulang ke kampung halamannya dan mendirikan Madrasah Diniah Islamiah  sekaligus dijadikan mushala di Juking Hara Kelurahan Jambu dan mengabdi di sekolah itu selama 40 tahun.Kemudian pada 1939 beliau bersama-sama masyarakat setempat membangun Masjid Jami Darutaqwa di Kelurahan Jambu.

Pada Sabtu, 9 Juni 1979 atau 19 Rajab 1399 Hijriah, di saat sedang mengajar anak didiknya belajar membaca Al Quran meninggal dunia dan dimakamkan di alkah keluarga di Juking Hara RT 3 Kelurahan Jambu.
(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here