Banjarmasin, expos55.com Seperti slogan Kayuh Baimbai, sinergi dan kolaborasi diharapkan Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dapat diterapkan oleh para pelaku UMKM Kota Banjarmasin.
Seperti pada Pelatihan Wira Usaha Baru (WUB) Souvenir Tas Purun dan Sasirangan yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin.
“Di samping memang slogan kita adalah kayuh baimbai, itu adalah moda kolaborasi gaya Banjarmasin, tapi dalam program Smart City Banjarmasin juga kita mengenal yang namanya kolaborasi dengan lima aspek kegiatan yang dikenal dengan Pentahelix, yaitu ABCGM, Akademisi, Businessman, Community, Government, Media,” ujar H Ibnu Sina, saat membuka pelatihan tersebut, di Rumah Alam Sungai Andai, Kota Banjarmasin, Rabu (11/08).
Untuk itu, orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini, mengajak setidaknya 25 orang peserta yang mengikuti pelatihan tersebut untuk dapat berkolaborasi, seperti bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin yang pada dasarnya dapat mempromosikan hasil kerajinan secara meluas.
“Kalau kita tidak melakukan itu, pelatihan ini akan selesai di pelatihan, bisa membuat tas purun, membuat sasirangan, tapi untuk memasarkan itu perlu jejaring, perlu media massa untuk mengeksplore, mempromosikan, perlu dunia usaha untuk menyerap produk tersebut,” lanjutnya.
Jadi, lanjutnya, selain untuk pembekalan untuk pembuatan souvenir, dengan dilaksanakannya pelatihan tersebut juga dapat membawa hasil yang dapat memperkenalkan kearifan lokal Kota Banjarmasin ke kancah nasional bahkan internasional.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi pelatihan pembuatan tas purun tersebut, karena mendukung salah satu visi dan misi Banjarmasin BAIMAN, Barasih wan Nyaman yaitu program pengurangan kantong plastik.
Sumber : dokpim-bjm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here