Tamiang Layang Expos55.com Borneo Heritage merupakan salah satu perusahaan yang menampung kerajinan tangan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), seni pertunjukan dan agen tour wisata tentang Kalimantan untuk dipromosikan ke mancanegara.

Raudah Mujahdah, pendiri Borneo Heritage, mengatakan kerajinan tangan khas Kalimantan sudah dikenalkan lebih dari enam tahun ke wisatawan nusantara dan mancanegara yang berkedudukan usaha di Bali.

“Kita juga berupaya sekaligus melestarikan seni budaya Suku Dayak,” kata wanita kelahiran Ampah, 27 Desember 1980 itu ditemui di kediamannya di Jalan BKD Desa Matabu, Kecamatan Dusun Timur, Minggu.

Berbagai produk kerajinan tangan dikumpulkan dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, termasuk kerajinan tangan dari Suku Dayak Ma’anyan di Kabupaten Barito Timur.

Kerajinan tangan anyaman purun dan rotan seperti tas, topi, tikar dan dompet yang sederhana dibuat menjadi produk bermotif tradisional hingga sentuhan fashion modern menjadi produk yang sangat diminati wisatawan mancanegara di Bali.

Produk kerajinan seni pahat juga ikut ditawarkan bersamaan dengan produk lainnya seperti Tameng, sape, kecapi dan topong. Kerajinan lainnya seperti kain batik ‘sasirangan’ khas Kalimantan Selatan. Kain Sasirangan berbahan katun, satin dan sutera seperti kemeja maupun pakaian wanita dengan gaya modern diminati turis mancanegara.

“Di tanah kelahiran saya juga melihat ada potensi kerajinan tangan lainnya dari warga setempat dan berpotensi ditawarkan ke mancanegara,” kata Raudah.

Produk kerajinan tangan tas anjat saja bisa terjual 100 sampai 200 buah. Aneka kerajinan itu diekspor ke sejumlah negara seperti Australia, Amerika, Inggris, Belarusia, Prancis, Rusia, Jerman, Malaysia, New Zealand dan Thailand. Siapa saja bisa melihat produk di website www.indonesiancrafts.com.

Aneka produk kerajinan tangan Kalimantan sudah dipasarkan melalui even-even besar di Bali, diantaranya Spring Charity di Hotel The Stone, Legian Bali pada 4 Maret 2018.

Pada 2019, Borneo Heritage dipercayakan West Borneo Travelution, Nusa Dua – Bali menjadi sponsor utama untuk pakaian adat dan atribut Dayak. Tarian Mandau pun dikenalkan pada The New Era of Tourism Conference – Expo di The Mansion Resort and Spa-Ubud, Bali  tanggal 10-12 November 2020.

Baju adat Suku Dayak Kalimantan Tengah dan Barat dikenalkan pada acara Peluk Nusantara di Kuta Bali selama satu bulan sejak 14 November – 14 Desember 2021.

Menurut Raudah, selama beberapa hari berada di Barito Timur melihat dari dekat keberadaan lintas wisata Barito timur,  sangatlah berpotensi menarik wisata mancanegara melalui paket tour yang tentunya siap dipasarkan.

Potensi wisata itu seperti alur sungai yang bisa dinaiki pakai perahu motor atau klotok yang di bantarannya ada permukiman warga tinggal, maupun jalur jalan touring motor sepeda roda dua, budidaya anggrek hitam, seni tari dan budaya, kerajinan dari rotan dan purun serta kuliner khas Dayak dan lain- lainnya.

“Kapan lagi ‘Rumah Betang’ kita yang ada kita berdayakan. Ini perlu kita persiapkan dalam menunjang pembangunan berkompetisi  di ajang IKN Nusantara nantinya,” demikian Raudah.
(ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here