Palangka Raya Expos55.com Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran terus memacu peningkatan Pendapatan Asli Daerah provinsi setempat melalui sektor-sektor unggulan yang dimiliki.

“Kami berkomitmen meningkatkan PAD dari sektor-sektor unggulan,” tegasnya di Palangka Raya, Jumat.

Diantara langkah yang dilakukan pihaknya yakni melalui hilirisasi industri dan untuk mendukung hal tersebut, pemprov telah melakukan upaya moratorium terhadap komoditas dari SDA keluar Kalteng dalam bentuk bahan mentah, seperti kayu log hingga bauksit.

Pihaknya juga menginisiasi pembentukan Kawasan Pembangunan Ekonomi Terpadu (KAPET) kepada Bappenas dan Kemenko Perekonomian dengan semangat pembangunan suatu kawasan yang terdiri atas beberapa industri secara terpadu dan terintegrasi.

“Hal ini mendapat respon baik dari dua kementerian tersebut melalui fasilitasi pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” terangnya.

Kemudian hilirisasi industri sangat membutuhkan alur distribusi dengan dukungan fasilitas perhubungan, salah satunya adalah perhubungan laut, yakni melalui pembangunan pelabuhan utama dan metode ‘ship to ship delivery’ atau STS untuk mendukung kelancaran arus barang baik dari dan keluar Kalteng.

Selanjutnya rencana pengerukan tiga alur sungai, meliputi Sungai Kapuas, Mentaya dan Kumai merupakan solusi untuk memudahkan arus keluar masuk barang melalui jalur air, baik laut maupun sungai.

Untuk itu, pihaknya telah menggelar rakor optimalisasi PAD sektor perhubungan laut pada Kamis (23/12) kemarin, sebagai penguatan sinergi dan menyukseskan langkah-langkah yang akan dilaksanakan kedepannya.

Sebelumnya Penjabat Sekda Kalteng Nuryakin dalam laporannya mengatakan, rakor tersebut sebagai tindak lanjut kunjungan pemprov ke PT Pelindo Sub Regional Kalimantan di Banjarmasin beberapa waktu lalu.

“Dari kunjungan tersebut, pemprov dapat mempelajari serta menerapkan pengembangan dan pengelolaan pelabuhan yang sudah berjalan dengan baik di bawah pengeloaan PT. Pelindo Sub Regional Kalimantan, untuk dapat dibangun atau dikembangkan di Kalteng,” paparnya.

Hal ini sebagai upaya menunjang program strategis nasional seperti program lumbung pangan nasional atau food estate di Pulang Pisau dan Kapuas, serta pembangunan kawasan ekonomi khusus di Teluk Sampit.
(ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here