Sukamara Expos55.com Bupati Sukamara, Kalimantan Tengah, Windu Subagio menyatakan bahwa lingkungan yang sehat membutuhkan dukungan dan keterlibatan para pemangku kepentingan, khususnya di tingkat lokal, sehingga masyarakat berdaya dalam mengatur dan mengelola lahan tempat mereka dengan baik.

“Pemberdayaan masyarakat, utamanya generasi muda, berkontribusi memajukan solusi lokal dan mendorong partisipasi aktif dalam restorasi ekosistem” kata Windu saat peringatan hari lingkungan hidup sedunia ke-47 di Sukamara, Jumat (18/6).

Menurutnya, hal yang tidak kalah penting, dalam restorasi ekosistem dan ketahanan iklim yang berkelanjutan adalah, kesadaran dan kepedulian bersama dari seluruh elemen masyarakat. Dengan peringatan hari lingkungan hidup sedunia, saatnya untuk dapat dilakukan penyesuaian berfikir dan bertindak, (reimagine-recreate-restore).

Dia mengatakan inilah momen Kabupaten Sukamara bisa menanam pohon, menghijaukan alam dan lingkungan, mengubah pola konsumsi, membersihkan sungai dan pantai, serta berbagai aktivitas positif lainnya.

“Kita bisa buktikan bahwa masyarakat yang ada di Sukamara adalah generasi yang berdamai dengan alam,” jelas Windu.

Bupati Sukamara itu pun mengajak semua lapisan masyarakat, agar bersama-sama menjadikan hari lingkungan hidup sedunia 2021 ini sebagai pijakan untuk bergerak, bekerja dan menjadi masyarakat yang produktif bersama.

Dia mengatakan kolaborasi membangun pengelolaan lingkungan sekitar kita ke arah yang lebih baik melalui upaya-upaya kecil yang semampu dan sebisanya.

“Semoga semua upaya dan langkah kita dalam menjaga dan melestarikan ekosistem sekitar kita dapat tercapai dengan baik,” kata Windu.

Perlu diketahui juga, bahwa saat ini kita memperingati hari lingkungan hidup sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni sejak tahun 1974, karena majelis umum perserikatan bangsa-bangsa (PBB) telah mendeklarasikan bahwa tahun 2021-2030 adalah sebagai dekade PBB restorasi ekosistem.

Rentang waktu ini dipilih berdasarkan literatur dan informasi dari berbagai ahli, yang menyebutkan bahwa dalam sepuluh tahun  ke depan merupakan periode terpenting, yang diperlukan untuk mencegah bencana akibat perubahan iklim, serta untuk menjaga keanekaragaman hayati.

“Dekade restorasi ekosistem ini juga untuk mencegah, menghentikan dan membalikkan degradasi ekosistem di seluruh dunia,” demikian Windu.
(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here