Expos55.com , Banjarmasin – Rencana penutupan Jalan Gubernur Syarkawi saat malam yang dikeluarkan BBPJN XI Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tertunda.

Bahkan penundaan atas jalan yang rusak parah tersebut, berlaku hingga waktu yang tak ditentukan.

Jalan ini merupakan bagian dari Jalan Trans Kalimantan, terbentang di wilayah Kabupaten Banjar dan Barito Kuala ( Kabupaten Batola ), Provinsi Kalimantan Selatan. Kondisinya, sangat rusak parah.

Kepala BBPJN XI Banjarmasin, Syauqi Kamal, Kamis (18/3/2021), mengatakan, rekayasa lalu lintas dengan penutupan Jalan gubernur Syarkawi pada siang atau malam hari bukan batal, akan tetapi ditunda.

Penutupan Jalan Gubernur Syarkawi Kalsel ini bisa saja terjadi, sebutnya, jika sudah saat yang tepat.

Jalan Gubernur Syarkawi masih bisa dilintasi, namun dengan satu jalur saja atau secara bergantian. “Sementara ini sambil jalan saja angkutan,” ujarnya.

Saat ini pihaknya masih memperbaiki jalan, semaksimal mungkin, tanpa menutup jalan.

“Kami khawatir, kalau ditutup sekarang, kurang maksimal juga. Jadi, tunggu sampai benar-benar harus ditutup,” tambahnya.

Saat ini ada tujuh titik kerusakan terparah di Jalan Gubernur Syarkawi yang aspalnya sudah tidak ada lagi. Perbaikan terus dilakukan, saat siang ataupun malam hari.

Target selesai perbaikan Jalan Gubernur Syarkawi, menurut Sauqi,  Desember 2022. Meski perbaikan dilakukan tanpa menutup jalan, namun perbaikannya tetap harus selesai sesuai target.

Sementara itu, DPRD Kalsel dari anggota komisi tiga, H Hasanuddin Murad, meminta agar Jalan Gubernur Syarkawi dipercepat pengerjaannya, meskipun harus menutup akses angkutan di siang atau malam hari.

Dengan baiknya Jalan Gubernur Syarkawi, maka menurutnya, menyelesaikan permasalah akses jalan yang sangat rusak.

“Ditutup saja kalau mau dikerjakan, bisa siang atau malamnya, angkutan pun bisa menahan sementara hingga jalan benar-benar sudah diperbaiki,” jelasnya.

Kerusakan sangat parah di jalan itu akibat banjir yang melanda sejumlah daerah di Kalsel pada Januari dan Februari lalu.

Tak sedikit, kendaraan angkutan yang terjebak lumpur, bahkan terguling di ruas jalan setempat.

Dampak lainnya, pengangkutan LPG 3 kilogram tidak lancar hingga terjadilah kelangkaan di banyak daerah.

(Bpost)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here