Palangka Raya, expos55.com Syahdarani mendadak tersentak dan berdiri tempat duduknya. Seakan tak percaya, pria ini langsung berbalik arah lalu memegangi gerobak yang semula digiring perlahan di belakangnya.

“Alhamdulillah. Ini luar biasa!” kata pria warga Jalan Murjani Gang Hijrah Palangka Raya itu setengah terpekik.

Jumat (20/8/2021), Syahdarani sengaja diundang untuk datang ke Sekretariat Baznas Kalteng di Jalan A Yani Nomor 97 Palangka Raya. Bersamanya, turut mendampingi H Ahmad Japeri yang merupakan Ketua RW di kawasan tempat tinggalnya.

Masih dalam keadaan setengah tidak percaya, Syahdarani kembali dibuat kaget. Penjabat Sekda Kalteng, Nuryakin yang sedari awal juga berada di tempat itu untuk menyerahkan bantuan, perlahan mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna kemerahan dari saku kanannya.

“Ini untuk tambahan modal. Semoga berkah,” ucap Nuryakin.

Tentu saja beberapa kejadian yang semula tidak disangka, membuat Syahdari tidak dapat menyembunyikan perasaannya. Kelopak matanya memerah, namun dia tetap berusaha untuk tidak menunjukkan butiran air mata di tengah keharuan bahagia yang dirasakan.

Syahdarani merupakan salah seorang penerima bantuan Gerobak Usaha yang digelontorkan Baznas Kalteng. Dia dipilih karena dianggap layak untuk mendapat gerobak usaha dari program Kalteng Sejahtera.

Dalam keterbatasan, Syahdarani selama ini harus menghidupi tiga anak di sebuah rumah sederhana di Gang Hijrah Palangka Raya dari hasil berjualan bubur nasi. Istrinya beberapa bulan lalu meninggal dunia, sehingga dia menjadi orang tua tunggal.

Selain untuk kebutuhan hidup, Syahdarani juga harus menabung agar Khadijah, si bungsu yang berusia belum 6 tahun, rutin menjalani kemoterapi di RS Ulin Banjarmasin. Itu karena sebelumnya didiagnosa memiliki tumor.

Setiap 20 hari, Syahdarani harus membawa Khadijah untuk berobat ke Banjarmasin. Tentu saja, ini perlu biaya yang cukup berat jika dihitung dengan penghasilannya setiap hari rata-rata sebesar Rp 50 ribu.

Dia menyatakan ingin memiliki usaha tambahan yang lain, seperti menjual gorengan atau sate yang pernah digeluti. Namun karena ketiadaan modal berupa gerobak, harapan itu disimpannya dalam mimpi.

“Semoga dengan gerobak ini, saya bisa memiliki usaha yang lain sehingga bisa meningkatkan penghasilan. Dengan gerobak baru, semangat juga harus baru dan saya akan lebih giat berusaha,” janjinya.

Ketua Baznas Kalteng, Mustain Khaitami menyatakan bantuan gerobak usaha Baznas ini diberikan kepada mustahik yang dipilih dan dianggap layak untuk menerima.

Bantuan gerobak itu sendiri merupakan hasil penghimpunan dari zakat yang disalurkan muzaki melalui Baznas Kalteng.

“Harapannya, penerima bisa meningkatkan kesejahteraan hidup yang lebih baik dengan modal gerobak yang diberikan. Yang terpenting, memiliki semangat untuk berusaha,” kata pria yang di kalangan jurnalis akrab disapa Ami didampingi Sugeng Riyadi Wakil Ketua bidang penghimpunan dan H Kasdani wakil Ketua bidang pendistribusian.

Dikatakan, program rencananya kembali akan digelontorkan ke beberapa daerah di Kalteng. Itu sebagai upaya untuk pemerataan program.

Penjabat Sekda Kalteng, Nuryakin menyatakan apresiasinya atas program bantuan yang dilakukan Baznas Kalteng. Selain dinilai sebagai bentuk upaya pemberdayaan dan penggunaan zakat menjadi produktif, program tersebut juga bermanfaat langsung bagi penerima.

“Saya mengajak kepada para muzaki di daerah ini agar menyalurkan zakat, infak, atau sedekah melalui Baznas Kalteng. Selain programnya terarah, pertanggung jawabannya juga jelas. Yang tidak kalah penting, sedekah atau zakat yang dititipkan, menjadi amal jariyah,” serunya.

 

 

(MC Isen Mulang/ndk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here