Palangka Raya Expos55.com Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Palangka Raya mencanangkan Zona Integritas (ZI) pada 2022 dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Konsultasi Publik dan Pencanangan Pembangunan Zi ini merupakan komitmen kami untuk mewujudkan WBK/WBBM di tahun ini,” kata Pelaksana Tugas Kepala BBPOM di Palangka Raya, Yani Ardiyanti di Palangka Raya, Kamis.

Dia berharap, melalui kegiatan itu pihaknya juga mendapat masukan, terkait penetapan standar pelayanan BBPOM di Palangka Raya. Hal itu guna rangka meningkatkan pelayanan publik dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja yang ada.

“Selain itu, juga untuk menggalang komitmen dan dukungan pemerintah daerah dan lintas sektor dalam rangka mengeluarkan surat keputusan pembentukan tim koordinasi daerah, dalam pembinaan dan pengawasan obat,” kata Yani.

Hadir sebagai pemateri seperti dari Pemprov Kalteng, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng, Ombudsman Kalteng dan BBPOM. Jumlah peserta pada acara itu sebanyak 100 orang luring dan 27 peserta daring.

Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Hukum dan Politik Herson B Aden usai membuka acara mengatakan, pencanangan ZI menuju WBK/WBBM itu sesuai dengan “Core Value” ASN yaitu BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).

Dia mengatakan, Kalteng memiliki wilayah yang sangat luas yang membuat jalur distribusi dan peluang masuk obat ilegal dan makanan dapat berbahaya bagi kesehatan juga besar.

Selain itu, perkembangan teknologi juga berpeluang dalam menyebarkan makanan dan obat yang tidak terstandar, maka masyarakat harus terus diberikan edukasi dan pemahaman oleh BBPOM.

“Melalui acara hari ini, kami juga berharap BBPOM di Palangka Raya semakin hadir dalam pelayanan di tengah masyarakat. Sehingga pengawasan dan pengendalian makanan dan obat di Kalteng semakin maksimal,” katanya.

Dia pun berharap, BBPOM semakin meningkatkan edukasi dan pengendalian keamanan obat dan makanan secara preventif dan pemberdayaan masyarakat.
(ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here