Banjarbaru Expos55.com Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan (Kalsel) merilis perkembangan ekspor dan impor bulan September 2021 dengan capaian US$736,12 juta atau turun sebesar 17,12 persen dibanding nilai ekspor bulan Agustus 2021 yang mencapai US$888,14 juta.

Jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan September 2020 yang mencapai US$328,52 juta, nilai ekspor bulan September 2021 naik sebesar 124,07 persen.

“Ekspor terbesar Kalimantan Selatan bulan September 2021 disumbangkan oleh kelompok bahan bakar mineral dengan nilai US$613,00 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 3,31 persen dibanding ekspor bulan Agustus 2021,” kata Kepala BPS Kalsel, Yos Rusdiansyah, Banjarbaru, Senin (18/10/2021).

Berdasarkan kontribusi, terhadap total ekspor bulan September 2021, kelompok bahan bakar mineral memberikan kontribusi terbesar yaitu 83,27 persen. Diikuti oleh kelompok lemak dan minyak hewan/nabati serta kelompok kayu, barang dari kayu dengan kontribusi masing-masing 8,02 persen dan 3,49 persen.

“Nilai impor Kalsel bulan September 2021 mencapai US$30,83 miliar, turun 39,63 persen dibandingkan Agustus 2021 atau turun 22,45 persen dibandingkan September 2020,” kata Yos.

Pangsa impor Kalsel menurut negara asal tertinggi adalah Malaysia dengan nilai US$24,79 juta, atau naik sebesar 3.948,27 persen dibandingkan bulan Agustus 2021 yang mencapai US$0,61 juta.

“Kontribusi impor dari Malaysia mencapai 80,42 persen dari total nilai impor Kalsel bulan September 2021. Sedangkan, impor dari Perancis dan Singapura berkontribusi masing-masing sebesar 8,03 persen dan 3,57 persen,” kata Yos.
(MC Kalsel/M.Said)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here