Pulang Pisau Expos55.com  Perwakilan Nelayan Tambak Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Haidir mengungkapkan bahwa hampir 90 persen dari 2.100 hektar areal tambak nelayan di pesisir tersapu banjir pasang air laut.

“Rabu (10/11) malam, ketinggian air di areal tambak milik nelayan mencapai ketinggian 1 meter diatas tanggul dan merupakan banjir pasang air laut yang terparah,” kata Haidir di Pulang Pisau, Kamis.

Dikatakan, naiknya air laut pasang ini sudah terjadi sejak Selasa malam dan diprediksi masih bisa terjadi kembali. Banyak nelayan tambak hanya bisa pasrah dengan kondisi alam ini, karena air pasang membuat para nelayan tambak kehilangan seluruh hasil ikan yang selama ini menjadi sumber pendapatan bagi ekonomi keluarga.

Haidir menyebut, areal tambak seluas 2.100 hektar dimiliki oleh sebanyak lebih 400 nelayan daerah setempat. Akibat banjir air laut pasang ini banyak ikan-ikan yang keluar dari dalam tambak, hanya sedikit yang tersisa.

“Khususnya jenis ikan Bandeng yang ditabur nelayan, sudah bisa dipastikan tersapu oleh banjir pasang air laut yang cukup besar,” terang dia.

Haidir menjelaskan para nelayan tambak sudah pasti merugi akibat bencana yang terjadi di penghujung tahun ini. Apabila di kalkulasi kerugian keseluruhan yang diderita para nelayan tambak mencapai miliaran rupiah.  Selain itu juga, banyak tanggul-tanggul yang jebol tergerus banjir pasang air laut.

Kepada pemerintah setempat, terang Haidir, para nelayan tambak berharap agar nanti pasca banjir air pasang ini bisa memfasilitasi merehabilitasi dengan meninggikan tanggul-tanggul yang rusak.

“Mudah-mudahan pasca bencana nantinya ada perhatian dari pemerintah setempat kepada nelayan tambak untuk meringankan dan memotivasi kembali para nelayan yang hampir semuanya mengalami kerugian,” kata  Haidir.
(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here