Palangka Raya Expos55.com Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Akhmad Fauliansyah mengatakan sebanyak 7.508 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota setempat telah divaksin COVID-19.

“Sampai hari ini berdasar laporan Kabid SMP dari target 11.177 siswa SMP yang divaksin sudah tercapai 7.508 siswa yang divaksinasi,” kata Akhmad Fauliansyah di Palangka Raya, Senin.

Sementara 3.665 orang sisanya akan dilakukan vaksinasi pada tahap selanjutnya. Sasaran vaksinasi untuk siswa SMP mencakup siswa sekolah negeri dan siswa sekolah swasta.

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk siswa ini juga untuk mendukung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang mulai dilaksanakan di sejumlah sekolah di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah.

“Semakin banyak siswa yang divaksin maka anak-anak kita juga akan semakin terlindungi dari ancaman dan paparan COVID-19. Sementara untuk para guru capaian vaksinasi kita sudah sampai 80 persen. Ini juga akan terus kita kejar,” katanya.

Diantara upaya percepatan vaksinasi untuk para pelajar itu dengan melakukan koordinasi lintas sektoral dalam rangka pelaksanaan vaksinasi massal untuk pelajar.

“Seperti hari ini perwakilan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya bersama sejumlah pihak diundang BINDA Kalteng untuk rapat vaksinasi pelajar,” katanya.

Dia pun berharap target pelaksanaan vaksinasi untuk para pelajar dan guru segera tercapai sehingga pelaksanaan pendidikan di Kota Palangka Raya semakin terlindungi dari ancaman penyebaran COVID-19.

Sementara itu saat ini di Palangka Raya terdapat 21 sekolah yang melaksanakan PTM terbatas.

“Ke-21 sekolah itu terdiri dari 10 Sekolah Dasar (SD) dan 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka dapat melaksanakan PTM terbatas karena sebelumnya juga telah melakukan simulasi yang mana sebelum itu harus memenuhi daftar isian,” katanya.

Diantara daftar isian yang harus dipenuhi seperti melengkapi sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan dengan menyiapkan sana cuci tangan disertai sabun dan menyediakan “hand sanitizer”.

Selain itu juga menerapkan pembatasan jumlah siswa yang melakukan PTM terbatas, membentuk Satgas COVID-19 di sekolah dan pihak sekolah memastikan seluruh protokol kesehatan diterapkan secara ketat selama proses pembelajaran langsung dilaksanakan.

Pihak sekolah juga wajib melaksanakan standar operasional prosedur PTM terbatas dan wajib menandatangani nota kesepahaman dengan pusat layanan kesehatan (puskesmas) terdekat.

“Sehingga jangan sampai PTM terbatas ini menimbulkan klaster baru penyebaran COVID-19. Untuk itu perlu kerja sama pihak sekolah dan orang tua. Selama pembelajaran siswa tanggung jawab sekolah tapi saat selesai orang tua yang mengambil alih,” katanya.
(antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here