Palangka Raya Expos55.com Bidang Industri pada Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan Perindusterian Kota Palangka Raya kembali memfasilitasi pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) wirausaha baru (WUB) bagi calon industri kecil menengah (IKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindusterian.

Bimtek kali ke 2 yang diikuti oleh 300 pemuda dan pemudi calon IKM ini dilaksanakan di Hotel Best Western Batang Garing, Jalan RTA Milono Km 1,5, Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kamis (24/3/2022).

Ada 10 jenis pelatihan yang diberikan kepada peserta yang mayoritas adalah lulusan SMA dan sarjana ini. Setiap satu jenis usaha diikuti oleh 30 peserta.

Ke 10 jenis pelatihan tersebut adalah Bimtek WUB IKM pembuatan Website, Bimtek WUB IKM roda dua, Bimtek WUB IKM konveksi, Bimtek WUB IKM pembuatan kue, dan Bimtek WUB IKM service AC.

Selanjutnya Bimtek WUB IKM handycraff, Bimtek WUB IKM furniture, Bimtek WUB IKM batik, Bimtek WUB IKM pengolahan pangan berbasis ikan, Bimtek WUB IKM service komputer, dan Bimtek WUB IKM makanan ringan.

Acara pembukaan Bimtek ini dihadiri Anggota Komisi VII DPR RI, Willy Midel Yoseph, Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut pada Kementerian Perindustrian, Dini Hanggandari, dan Ciska Farida Ariany, selaku penyelenggara Bimtek dari Direktorat IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan Perindusterian Kota Palangka Raya, Rawang yang dibacakan oleh Kabid Industri, Margalis mengatakan dalam Bimtek ini juga digabung dengan Bimtek WUB IKM makanan ringan yang pesertanya khusus dari Kabupaten Murung Raya.

“Jadi kalau ditotal pesertanya lebih dari 300 orang, tapi khusus dari Palangka Raya berjumlah 300 peserta,” sebutnya. Bimtek ini akan berlangsung selama 4 hari hingga 27 Maret 2022.

Margalis mengatakan melalaui pelatihan ini nantinya setiap calon pelaku IKM mempunyai kompetensi manajerial dan profesionalisme kerja. Sebab dengan tata kelola yang baik dan kemampuan mengelola sumber daya sangat diperlukan untuk usaha IKM.

Oleh karena itu peserta akan mendapatkan materi pelatihan dari para instruktur dan praktisi yang ahli dibidangnya. “Silahkan menyerap ilmu dan wawasan dari narasumber,” pesannya.

Margalis mengharapkan dari pelatihan ini agar peserta menjadi usaha yang mampu mandiri dan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha, serta menggalakkan iklim yang sehat dalam berusaha bagi pelaku ekonomi yang mampu menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi keluarga serta menjadi pengusaha kecil formal yang tangguh dan mandiri di waktu yang akan datang.(MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here