Expos55.com Palangka Raya – Kepala Kejaksaan Negeri Palangka Raya, Totok Bambang Sapto Dwidjo telah menunjuk 14 jaksa yang akan diperbantukan ke Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Palangka Raya untuk melakukan pendampingan pemungutan piutang pajak sarang burung walet.

Banyaknya jaksa pengacara negara yang dilibatkan ini juga sebanding dengan jumlah tunggakan pajak sarang burung walet yang nilainya mencapai Rp70 miliar.

Totok menuturkan nantinya jaksa dan BPPRD akan menggunakan pola pendekatan kepada wajib pajak dalam proses penagihan. “Bisa kita undang, bisa kita yang mendatangi,” sebutnya, Selasa (22/6/2021).

Pemungutan pajak yang tertunda ini menurutnya harus dilakukan, karena untuk menjadikan Kota Cantik lebih baik lagi. Jika PAD-nya meningkat, maka pembangunan di Palangka Raya juga lebih maju lagi.

Totok menambahkan dalam penagihan nanti tim penagih juga sekaligus memberikan penjelasan mengenai manfaat membayar pajak, termasuk hak dan kewajiban mereka sebagai pelaku usaha akan diakomodasi.

Sementara itu Kepala BPPRD Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban menuturkan banyaknya piutang pajak sarang burung walet ini sebelumnya menjadi atensi dari KPK.

KPK menyarankan kepada BPPRD untuk memaksimalkan pemungutan pajak sarang burung walet, karena payung hukumnya berupa Perda juga sudah ada, hanya saja selama beberapa tahun ini wajib pajak belum tertib membayar pajak.

Atas dasar inilah per Senin (21/6/2021) BPPRD dan kejaksaan melakukan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) dalam rangka optimalisasi penerimaan pajak daerah. (MC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here